Laman

Selasa, 01 Maret 2011

Thematic Apperception Test (TAT)

A. Sejarah
TAT ini dikembangkan oleh psikolog Amerika Henry A. Murray dan Christiana D. Morgan di Harvard pada tahun 1930-an untuk mengeksplorasi dinamika yang mendasari kepribadian, seperti konflik internal, dominan drive, minat, dan motif. Menurut sarjana Melville Howard P Vincent, TAT "muncul menjadi ada ketika Dr Henry A. Murray, psikolog dan Melvillist, mengadaptasi pelajaran implisit Melville's [Moby Dick]" Doubloon "bab yang baru dan kreatif yang lebih besar, tujuan terapeutik."
Setelah Perang Dunia II, TAT diadopsi lebih luas oleh psikoanalis dan dokter untuk mengevaluasi pasien yang terganggu emosinya.
Kemudian, pada 1970-an, Gerakan Potensial Manusia psikolog didorong untuk menggunakan TAT untuk membantu klien mereka memahami diri mereka lebih baik dan merangsang pertumbuhan pribadi.

B. Kritik
Menurun kepatuhan terhadap prinsip Freudian represi di mana tes ini didasarkan telah menyebabkan TAT akan dikecam sebagai palsu atau usang oleh banyak psikolog profesional. Kritik mereka adalah bahwa TAT tidak ilmiah karena tidak dapat terbukti valid (bahwa itu benar-benar mengukur apa klaim untuk mengukur), atau dapat diandalkan (bahwa itu memberikan hasil yang konsisten dari waktu ke waktu, karena tantangan standarisasi interpretasi dari cerita-cerita yang diproduksi oleh subjek).
Beberapa kritik dari kartu TAT telah mengamati bahwa karakter dan lingkungan yang tertanggal, bahkan 'kuno,' menciptakan sebuah 'budaya atau psikososial jarak' antara pasien dan rangsangan tersebut yang membuat mereka kurang mengenali dengan kemungkinan. Juga, dalam meneliti tanggapan yang diberikan subjek foto versus TAT, para peneliti menemukan bahwa kartu TAT menimbulkan lebih 'menyimpang' cerita (yaitu, lebih negatif) daripada foto, yang menyebabkan mereka untuk menyimpulkan bahwa perbedaan itu karena perbedaan dalam karakteristik dari gambar yang digunakan sebagai perangsang.
Pada tahun 2005 disertasi, Matius Narron, Psy.D. berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan mereproduksi suatu Leopold Bellak 10 kartu photographically menetapkan dan melaksanakan suatu hasil studi. Hasil menyimpulkan bahwa TAT tua menimbulkan jawaban yang mencakup lebih banyak waktu tertentu referensi daripada TAT baru.

C. Kontemporer Aplikasi TAT
Meskipun kritik, para TAT tetap banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian bidang psikologi seperti mimpi, fantasi, mate seleksi dan apa yang memotivasi orang untuk memilih pekerjaan mereka. Kadang-kadang digunakan dalam konteks kejiwaan atau psikologis untuk menilai gangguan kepribadian, gangguan pikir, dalam pemeriksaan forensik untuk mengevaluasi tersangka kejahatan, atau untuk layar kandidat untuk pekerjaan stres yang tinggi. Hal ini juga sering digunakan dalam evaluasi psikologis rutin, biasanya tanpa sistem penilaian formal, sebagai cara untuk mengeksplorasi konflik emosional dan hubungan-hubungan objek.
TAT secara luas digunakan di Perancis dan Argentina menggunakan pendekatan psikodinamik. Tentara Israel menggunakan tes untuk mengevaluasi potensi perwira. Hal ini juga digunakan oleh Dewan Seleksi Layanan india.

D. Definisi TAT
Thematic Apperception Test, disingkat TAT, adalah suatu teknik proyeksi, yang digunakan untuk mengungkap dinamika kepribadian, yang menampakkan diri dalam hubungan interpersonal dan dalam apersepsi (atau interpretasi yang ada artinya) terhadap lingkungan. Dengan teknik ini seorang interpreter yang mahir dapat mengungkap dorongan-dorongan emosi, sentiment, kompleks dan konflik-konflik pribadi yang dominan.
Secara historis, telah di antara yang paling luas digunakan, meneliti, dan mengajarkan tes tersebut. Para pengikutnya mengklaim bahwa keran subjek tidak sadar ditekan untuk mengungkapkan aspek-aspek kepribadian, motif dan kebutuhan untuk pencapaian, kekuasaan dan keintiman, dan kemampuan memecahkan masalah.

E. Letak TAT Dalam Teknik Proyeksi
Ada berbagai teknik proyeksi yang digunakan sebagai tes kepribadian. Diantara jajaran tesjenis ini TAT mendapatkan jenjang ke dua sesudah Tes Rorschach. Beberapa ahli menyarankan digunakan kedua tes ini (TAT dan Rorschach) untuk mengungkapkan kepribadian secara lengkap. Tes Rorschach (selanjutnya kita sebut Ro) yang sifatnya formal dan menggunakan analisis persepsi, adalah tes yang paling baik diantara tes-tes formal ekspresif mengenai jalan pikiran dan organisasi emosi. Karena umumnya tes Ro ditekankan pada analisis proporsi kuantitatif, analisis content. Dengan tes Ro diestimasikan besarnya kecemasan dan adanya kebutuhan-kebutuhan. Sedang TAT dapat diajukan working hipothesis mengenai hal-hal yang dicemaskan dan hierarki need yang dimiliki testi.

F. Prosedur
TAT adalah yang dikenal sebagai teknik interpretasi gambar karena menggunakan serangkaian standar provokatif namun ambigu gambar tentang subjek yang harus menceritakan sebuah cerita. Subjek diminta untuk mengatakan sebagai sebuah cerita dramatis karena mereka dapat untuk setiap gambar yang disajikan, termasuk:
* Apa yang telah mengarah ke acara ditampilkan
* Apa yang terjadi pada saat
* Apa karakter rasakan dan berpikir, dan
* Apa hasil dari cerita itu.
Jika unsur-unsur ini dihilangkan, terutama untuk anak-anak atau individu kemampuan kognitif rendah, evaluator dapat meminta subjek tentang mereka secara langsung. Ada 31 kartu bergambar dalam bentuk standar TAT. Beberapa kartu menunjukkan sosok laki-laki, beberapa perempuan, beberapa laki-laki dan perempuan, sebagian ambigu jender, beberapa orang dewasa, beberapa anak, dan beberapa tidak menunjukkan sosok manusia sama sekali. Salah satunya adalah benar-benar kosong. Meskipun kartu pada awalnya dirancang untuk dicocokkan dengan subjek dalam hal usia dan jenis kelamin, setiap kartu juga dapat digunakan dengan subjek. Kebanyakan praktisi memilih satu set kira-kira sepuluh kartu, baik menggunakan kartu yang umumnya mereka merasa berguna, atau bahwa mereka percaya akan mendorong ekspresi subjek konflik emosional relevan dengan sejarah dan situasi tertentu.

G. Gambar Sebagai Stimuli
Gambar-gambar yang dipilih sebagai perangkat stimuli TAT (Murrray) telah diuji cobakan sehingga telah terpilih gambar-gambar yang efektif. Menurut pengalaman, gambar-gambar lebih efektif mengungkap kepribadian testi bila sebagian besar gambar mengandung gambaran orang yang sejenis dan sebaya testi.

H. Usia Testi
Perangkat gambar TAT yang disiapkan Murray disediakan untuk anak laki-laki dan perempuan usia 4 – 14 tahun, dan untuk pria dan wanita diatas 14 tahun. Variasi gambar-gambar semacam TAT kini telah banyak digunakan, menyesuaikan umur, budaya, atau aspek-aspek yang akan diungkap.

I. Penyajian
Seperti umumnya penyajian tes, raport tester dan testi diperlukan. Suasana hendaknya sedemikian rupa sehingga testi merasa akan mendapatkan simpati dan merasa akan mendapatkan penerimaan. Niat baik dan dihargai oleh tester, sehingga testi dapat mengembangkan kreativitasnya. Kreativitas sendiri sulit berkembang pada suasana yang kaku,dingin, formal, terlalu menuntut dan terlalu ilmiah.
Prosedur penyajian yang dianggap baku ialah penyajian individual dalam bentuk lain. Dalam prosedur ini tester memberikan petunjuk pelaksanaan tugas dan menyajikan gambar satu demi satu. Testi menanggapi secara verbal setiap gambar yang disajikan. Tester mencatat atau merekam semua tanggapan terhadap gambar sampai tes berakhir.
Sebaiknya disediakan tempat duduk tegak, tester dan testi duduk berhadapan, sehingga komunikasi lancar. Murray menyarankan disajikan ke 20 kartu dalam 2 sidang (session). Sidang pertama menyajiikan seri pertama (kartu 1 – 10) terlebih dahulu. Selang minimal satu hari atau lebih disajikan seri kedua (kartu 11 - 20). Testi tidak diberi tahu bahwa akan ada penyajian sidang kedua, agar ia tidak mempersiapkan diri sebelumnya. Penyajian seluruh kartu dalam sidang tunggal, akan melelahkan testi yang produktivitas tengahan. Kelelahan dapat berakibat cerita menjadi datar dan tidak berisi.

Petunjuk penyajian pada remaja dan orang dewasa (yang cukup kemampuannya) bagi sidang pertama disarankan sebagai berikut:
“Ini adalah tes daya khayal, yang merupakan suatu bentuk tes kecerdasan. Saya akan menyajikan beberapa gambar, satu demi satu. Tugas anda adalah membuat cerita untuk tiap-tiap gambar, buatlah cerita itu sedramatis mungkin. Ceritakan peristiwa apa yang terjadi sebelum kejadian tersebut ceritakan kejadian yang sedang berlangsung pada gambar tersebut, apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh para pelakunya, dan berikan akhir ceritanya. Anda katakan secara langsung saja apa yang ada dalam pikiran anda. Apakah anda sudah memahami permintaan saya?”
“Anda dapat memamfaatkan sekitar lima menit untuk tiap-tiap gambar. Inilah gambar pertama”.
Sedang bagi anak-anak atau orang dewasa yang kurang cerdas dan kurang pendidikan, juga untuk orang psikotis, Murray menyarankan petunjuk penyajian sebagai berikut:
“Ini adalah tes bercerita. Ada beberapa gambar yang akan saya tunjukkan. Saya kamu membuat cerita mengenai masing-masing gambar. Ceritakan apa yang terjadi sebelumnya, dan apa yang sedang terjadi sekarang. Katakan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh orang-orang dalam cerita itu. Dan katakan bagaimana akhir ceritanya. Buatlah ceritanya sesukamu. Sedahkah kamu mengerti maksudku?”
Nah ini gambar pertama. Waktu untuk mengarang cerita ada lima menit. Mari kita dengan apa yang dapat anda ceritakan.

Petunjuk penyajian tidak harus tepat seperti saran Murray. Petunjuk hendaknya disesuaikan dengan umur, kecerdasan, kepribadian, dan keadaan lain-lain test. Beberapa ahli menyarankan agar pertanyaan “yang merupakan bentuk tes kecerdasan” dihilangkan. Pada umumnya, penghilangan ini tidak merugikan, bahkan menghindarkan tester dari pertanyaan-pertanyaan mengenai hasil tes kecerdasan. nSelain itu, ada orang merasa lebih bangga bila tidak dianggap pandai berkhayal. Sedang ada orang lain yang merasa cemas karena adanya sebutan tes daya khayal. Karena itu terserah pada kebijaksanaan tester untuk memperkenalkan tugas testi.


Pokok-pokok yang harus disampaikan kepada testi dan harus dipahaminya ialah:
1. Ia diminta membuat suatucerita. Ini berarti mendeskripsikan apa yang tergambar saja belum cukup. Cerita adalaha serentetan kejadian yang berkembang mengikuti waktu. Ada permulaan, pertengahan dan akhir cerita.
2. Dalam membuat cerita ini, ia diminta menggunakan amajinasinya. Ini berarti ia harus menerangkan dengan interpretasinya sendiri gambar yang disajikan. Orang berbeda dalam membuat interpretasi gambar. Minat tester adalah pada ide testi sendiri.
3. Ia diminta mendeskripsikan situasi yang dilukiskan dalam gambar (menurut interpretasinya) dan ia diminta membuat saran mengenai perasaan-perasaan, ide-ide, watak dan lain-lain untuk melengkapi pelukisan sitiasu tersebut.
4. Testi diminta menceritakan empat hal pokok dalam menyusun cerita, yaitu :
- Peristiwa yang terjadi sebelumnya.
- Peristiwa yang terjadi sekarang.
- Perasaan dan pikiran para pelaku.
- Akhir cerita (out come).

J. Materi Tes
Materi TAT terdiri dari 20 gambar, yaitu :
11 kartu untuk segala testi dan termasuk disini kartu kosong, dan 9 kartu disesuaikan untuk dewasa/anak dan pria/wanita. Ke 9 kartu ditandai dengan:
BM = Boy & Male (untuk pria)
GF = Gilr & Female (Untuk wanita)
MF = Male & Female (untuk dewasa)
GB = Boy & Girl (untuk anak-anak 4 – 14 tahun).
Meskipun tanpa gambarpun kita dapat menyarahkan seseorang untuk bercerita, pengalaman menunjukkan bahwa:
1. Gambar ternyata efektif untuk menimbulkan imajinasi.
2. Memaksa seseorang menangani dengan caranya sendiri situasi manusiawi tertentu.
3. Stimuli yang digunakan dapat dibakukan.

K. Deskripsi Gambar Kartu-Kartu TAT Menurut Murray
Berikut ini adalah daftar gambar stimulis TAT:
1. Seorang anak laki-laki sedang memandangi sebuah biola yang terletak di atas meja di depannya.
2. Pemandangan desa; disebelah depan ada seorang wanita membawa buku; dilator belakang ada seorng laki-laki sedang bkerja di lading dan seorang wanita lebih tua dari wanita pertama sedang memandanginya.
3. GM. Dilantai seorang anak kali-laki sedang meringkuk menmpel sofa dengan kepalanya disandarkan di atas tangan kanannya. Disampingnya di lantai tergeletak sepucuk pistol.
GF. Seorang wanita sedang berdiri dengan kepala menunduk. Mukanya ditutupi dengan tangan kanannya. Tangan kirinya direntangkan pada suatu pintu kayu.
4. Seorang wanita sedang memegang erat-erat bahu seorang pria yang badan dan wajahnya membelakangi wanita tadi. Pria ini seolah-olah berusaha menghindar dari wanita tadi.
5. Seorang wanita setengah baya sedang berdiri di ambang pintu yang setengah terbuka dan mlihat kearah suatu kamar.
6. BM. Seorang wanita tua pendek berdiri membelakangi seorang pria muda jangkung. Si pria memandang ke bawah dengan ekspresi wajah kebingungan.
GF. Seorang wanita sedang duduk ditepi sebuah sofa. Ia memandang kebelakang kea rah seorang pria yang lebih tua yang berpipa di mulutnya. Pria ini seakan-akan sedang berbicara dengan wanita tadi.
7. BM. Seorng pria ubanan memndang seorang pria muda cemberut yang sedang melamun.
GF. Seorang wanita agak tua sedang duduk disamping seorang perempuan, sambil berbicara atau membacakan sesuatu untuk si anak. Si anak yang sedang memegangi boneka, memandang kearah lain.
8. BM. Seorng pria remaja memandang lurus ke luar gmbar. Di satu sisi tampak sebuah laras senapan, dan dilator belakang tampak lamat-lamat seperti bayangan dalam mimpi, pemandangan semacam operasi.
GF. Seorang wanita muda duduk bertopang dagu sambil melamun.
9. BM. Empat pria berpakaian kerja sedang tiduran santai di rerumputan.
GF. Seorang wanita muda dengan majalah dan dompet di tangan memandang dari balik sebatang pohon seorang wanita muda lain berpakaian pesta yang sedang berlari-lari ditepi pantai.
10. Kepala seorang wanita muda bersandar dibahu seorang pria.

L. Karakteristik Kartu-Kartu
Dalam menginterpretasikan tanggapan testi terhadap stimuli yang disajikan diperlukan pemehaman mengenai karakteristik atau sifat-sifat stimuli tersebut. Pengenalan karakteristik juga diperlukan untuk memilih kartu-kartu yang akan disajikan pada penyajian singkat.
Karakteristik kartu dapat digolongkan dalam karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
1. Kajelasan struktur konteks atau situasi orang yang terlibat, dan objek yang terlibat.
Dalam beberapa gambar, situasi, orang dan objek, tampak jelas. Pada kartu 1, disitu tampak jelas gambar seorang anak laki-laki sedang instrospeksi yang melibatkan biola yang tampak jelas. Pada kartu 2, jelas pemandangan pertanian dengan orang-orang yang terlibat ialah seorang wanita muda, seorang pria dan seorang wanita yang leebih tua. Kartu-kartu lain yangjelas strukturnya ialah kartu 3 MF, 4, 5, 6 BM, dan 9 GF, 10, 13 MF.
Dari stimuli yang jelas begini, imajinasi tidak dibutuhkan. Bila testi menginterpretasikan gambar yang jelas tidak seperti yang seharusnya, maka dapat dikatakan ada penyimpangan persepsi atau salah interpretasi. Hal ini dapat digunakan bahan diagnosa.
Namun demikian, dalam kartu-kartu yang tergolong jelas strukturnya itupun kadang-kadang terdapat objek-objek yang tidak jelas strukturnya. Ketidakjelasan struktur ini mungkin disebabkan oleh:
a. Objek-objek tersebut bentuknya meragukan, sehingga sukar ditentukan atau tidak teramati oleh pembuat cerita. Misalnya pada kartu 1, objek dibawah biola tidak dapat diinterpretasikan sebagai meja, taplak meja, kertas bungkus, kertas musik, dan sebagainya. Demikian juga pada kartu 2, latar paling belakang agak kabur. Disitu ada gambar pria dan kuda lain, ada gedung-gedung, dan ada “air”. Objek-obej “kabur” semacam ini memberikan kesempatan testi untuk memproyeksikan diri.
b. Meskipun objek, manusia-manusia, maupun situasi umumnya cukup jelas, hubungan antara manusia-manusia tersbut, aktivits, perasaan, jalan ceritanya, dan akhir cerita, tidak sama strukturnya. Disinilah imajinasi testi dibangkitkan.
Contoh kartu yang tidak jelas strukturnya ialah kartu 3 BM. Disini gambaran orang tidak jelas pria atau wanita, tua atau muda. Juga benda yang di atas lantai, dapat dikatakan sebagai sepucuk pistol, kunci, mainan, atau lubang dilantai. Latar belakangnya pun tidak jelas, sehingga dapat dinterpretasikan di berbagai tempat. Pada kartu 10, 11, dan 19 ketidakjelasan ini semakin menonjol. Pada kartu-kartu semacam ini tugas testi semakin rumit. Ia tidak hanya harus membuat cerita untuk mendasari perasaan dan interaksi antara manusia-manusia dan objek, tetapi ia juga harus menentukan sendiri situasi umumnya, macam orang-orangnya, dan kejadian-kejadian yang dibuthkan untuk membuat ceritanya jalan.
Dari stimulasi macam inilah kita dapat menyimpulkan kesiapan testi dalam menanggapi hal-hal yang tidak jelas. Ada orang yang siap menghadapi sesuatu yang tidak jelas, dan ada orang yang goncang dalam keadaan demikian. Kebanyakan stimuli TAT mengambarkan kejadian yang ada manusianya, seseorang atau lebih. Beberapa hanya memberikan kesan ada orangnya, seperti kartu 11. Kartu 12 BG dan 19 sama sekali tidak menampakan manusianya.


SUMBER:

Moypigpink. (2010). blog hhttp://appril-moy.blogspot.com/2010/11/thematic-apperception-test-tat.html diambil pada tanggal 1 maret 2010



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar